Memahami TBC Laten Definisi TBC Laten TBC laten adalah kondisi ketika bakteri TBC ada di dalam tubuh, tetapi sistem kekebalan berhasil mengendalikannya. Pada tahap ini, penderita tidak merasa sakit dan tidak menunjukkan gejala apa pun. Menurut World Health Organization (WHO), orang dengan TBC laten juga tidak menular kepada orang lain. Mengutip kajian yang dipublikasikan di Jurnal Biomedik 2020;12(3):192-199, menurut WHO, TB Laten adalah kondisi respon imun persisten terhadap stimulan anitigen tanpa bukti klinis TB aktif, kelainan radiografik, dan bakteriologis. Kondisi Umum Sebagian besar individu dengan infeksi TBC tidak memperlihatkan gejala, sehingga disebut tuberkulosis tidak aktif atau laten. Walaupun tampak sehat, bakteri TBC tetap hidup dalam tubuh dan bisa aktif sewaktu-waktu jika tidak diantisipasi. Risiko Aktivasi Infeksi TBC laten dapat berubah menjadi aktif bila daya tahan tubuh melemah. Faktor penyebabnya antara lain penyakit penyerta, kurang gizi, atau konsumsi obat tertentu. Oleh sebab itu, meskipun tidak menimbulkan tanda tanda TBC yang nyata, pemeriksaan serta identifikasi dini tetap penting sebagai langkah pencegahan. TBC Aktif Menurut Kemenkes (2019) sebagaimana dikutip dalam kajian yang dipublikasikan di Jurnal Ilmiah Farmasi Terapan & Kesehatan Volume 2 No 3 September 2024, Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini biasanya menular dari manusia ke manusia lain lewat udara ketika seorang yang terinfeksi TBC batuk, bersin, atau bicara. Penularan TBC biasanya terjadi di dalam ruangan yang gelap dengan minim ventilasi. Cahaya matahari langsung dapat membunuh bakteri ini dengan cepat, namun bakteri ini akan bertahan lebih lama di dalam keadaan yang gelap TBC aktif terjadi saat bakteri berkembang biak di dalam tubuh dan menimbulkan penyakit. Gejala bisa berbeda tergantung organ yang terinfeksi, namun ada sejumlah tanda tanda TBC aktif yang sering muncul baik pada TBC paru maupun TBC ekstra paru. Mengutip kajian yang dipublikasikan di Jurnal Penelitian Perawat Profesional, Volume 4 No 4, November 2022, TBC merupakan sebuah penyakit menular dan dapat diobati maupun disembuhkan. TBC aktif dapat diobati menggunakan 4 obat antimikroba, bila TB aktif tersebut rentan terhadap obat dan standar dalam pemberian obat antimikroba selama 6 bulan. Tanda-tanda TBC Aktif yang Umum: 1. Demam berkepanjangan Biasanya demam terjadi terutama pada malam hari dan berlangsung lebih dari tiga minggu. Kondisi ini menandakan adanya peradangan akibat infeksi bakteri. 2. Keringat malam berlebihan Tubuh mengeluarkan keringat berlebih di malam hari sebagai respons melawan infeksi. Gejala ini sering disertai rasa tidak nyaman saat tidur. 3. Penurunan berat badan drastis Penderita mengalami penurunan berat badan yang signifikan dan tidak disengaja, sering kali disertai dengan nafsu makan yang menurun tajam. 4. Kelelahan atau lemah berkepanjangan Rasa lelah terus-menerus meskipun sudah cukup beristirahat menjadi salah satu gejala khas. Hal ini menunjukkan tubuh berjuang melawan infeksi dalam jangka panjang. 5. Menggigil atau panas dingin Selain demam, penderita dapat mengalami menggigil atau sensasi panas dingin yang muncul berulang. 6. Batuk terus-menerus lebih dari 3 minggu Batuk yang tidak kunjung sembuh, baik kering maupun berdahak, merupakan tanda khas TBC aktif. Dalam beberapa kasus, batuk bisa disertai darah atau dahak bercampur darah. Gejala Spesifik TBC Paru Ilustrasi anak batuk/freepik.com/EyeEm Perbesar Jangan anggap sepele batuk dan demam si kecil, ya! TB pada anak sering dikira cuma penyakit ringan padahal bisa berdampak serius pada kesehatannya. Yuk, cari tahu dan kenali 7 tanda tuberkulosis pada anak sejak dini supaya si kecil tetap sehat dan tumbuh optimal! (Foto dok: Freepik/EyeEm). Masih mengutip Jurnal Penelitian Perawat Profesional, Volume 4 No 4, November 2022, gejala umum yang terjadi pada pasien TB paru aktif antara lain adalah batuk, penurunan berat badan, nyeri dada, lemas, keringat malam dan adanya demam. WHO merekomendasikan penggunaan tes diagnostik molekuler cepat sebagai tes diagnostik awal pada semua orang dengan tanda dan gejala TB karena mereka memiliki akurasi diagnostik yang tinggi dan akan mengarah pada perbaikan besar dalam deteksi dini TB dan TB yang resistan terhadap obat. TBC paru merupakan jenis TBC yang paling umum dan berbahaya karena dapat menular melalui udara. Mengenali tanda tanda TBC paru sangat penting agar penanganan bisa dilakukan sejak dini. Gejala Spesifik TBC Paru: 1. Batuk berkepanjangan Batuk lebih dari tiga minggu, baik berupa batuk kering maupun berdahak. Gejala ini adalah tanda khas yang perlu diwaspadai. 2. Batuk berdarah Dahak bercampur darah atau batuk darah menunjukkan adanya kerusakan pembuluh darah kecil di paru-paru akibat infeksi. 3. Nyeri dada Penderita sering merasakan nyeri pada dada, terutama ketika batuk atau menarik napas dalam. 4. Sesak napas Peradangan pada jaringan paru-paru membuat fungsi pernapasan terganggu sehingga menimbulkan rasa sesak. TBC Ekstra Paru Efektif Meredakan Batuk Perbesar Ilustrasi Batuk Credit: pexels.com/Retmo Mengutip buku berjudul Ilmu Kebidanan : Patologi dan Fisiologi Persalinan (2010) oleh arry Oxorn, William R. Forte, penyakit TBC dapat diderita oleh setiap orang, tetapi paling sering menyerang orang-orang yang berusia antara 15-35 tahun terutama mereka yang bertubuh lemah, kurang gizi atau yang tinggal dalam satu rumah dengan penderita TBC, apalagi hidup berdesakan (rumah kecil dengan keluarga besar), dengan lingkungan tempat tinggal yang lembab, gelap dan tidak ada lubang udaranya. Bakteri TBC tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyebar ke organ lain melalui aliran darah atau sistem limfatik. Kondisi ini disebut TBC ekstra paru, dengan gejala yang berbeda sesuai lokasi infeksi. Mengenali tanda tanda TBC ekstra paru penting agar penderita segera mendapatkan penanganan yang tepat. Gejala TBC Ekstra Paru Berdasarkan Organ yang Terinfeksi: 1. Kelenjar getah bening Terjadi pembengkakan, terutama di area leher, yang terasa keras dan tidak nyeri pada awalnya. 2. Ginjal Ditandai dengan adanya darah dalam urin (hematuria) serta gangguan buang air kecil. 3. Selaput otak (Meningitis TBC) Gejalanya sakit kepala hebat, kaku leher, kebingungan, muntah, hingga kejang. 4. Tulang belakang (Spondilitis TBC) Ditandai nyeri punggung kronis, kaku, bahkan bisa menimbulkan kelumpuhan bila tidak segera diobati. 5. Sendi dan tulang Menyebabkan nyeri, bengkak, dan keterbatasan gerak pada sendi yang terkena infeksi. 6. Laring atau pita suara Gejala berupa suara serak berkepanjangan, kadang disertai rasa nyeri saat berbicara. 7. Usus Menimbulkan sakit perut, diare kronis, atau gejala mirip penyakit pencernaan lainnya.
“Deteksi dini dan pemahaman informasi yang benar dapat membantu masyarakat lebih waspada terhadap Tuberkulosis.”
Ingin cek risiko gejala TBC?
Gunakan layanan skrining RESPIORA untuk membantu mengenali gejala awal secara mandiri.