Kembali ke Berita
Berita RESPIORA

Ahli Gizi Puskesmas Jember Kidul Berikan Penyuluhan PMT dan Susu Bernutrisi untuk Cegah Stunting

JEMBER, 25 APRIL 2026 - Upaya pencegahan stunting terus digencarkan di tingkat kelurahan melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya dilakukan oleh ahli gizi Puskesmas Jember Kidul di Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember. Puskesmas ini menggelar…

25 April 2026
3 menit baca
Informasi Tuberkulosis
Ahli Gizi Puskesmas Jember Kidul Berikan Penyuluhan PMT dan Susu Bernutrisi untuk Cegah Stunting Berita Terkini
Update Kesehatan Informasi terbaru untuk membantu masyarakat memahami perkembangan dan edukasi Tuberkulosis.
JEMBER, 25 APRIL 2026 - Upaya pencegahan stunting terus digencarkan di tingkat kelurahan melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya dilakukan oleh ahli gizi Puskesmas Jember Kidul di Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember.

Puskesmas ini menggelar penyuluhan tentang pemberian makanan tambahan (PMT) dan susu bernutrisi kepada masyarakat, Sabtu 25 April 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan Kelurahan Jember Kidul dan diikuti oleh kader posyandu serta ibu-ibu yang memiliki balita.

Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi seimbang, khususnya bagi ibu hamil, bayi, dan balita sebagai kelompok yang rentan terhadap stunting.

Dalam kegiatan tersebut, ahli gizi dari Puskesmas Jember Kidul memberikan penjelasan secara rinci mengenai apa itu stunting, penyebabnya, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini melalui pola makan yang tepat.

Materi yang disampaikan meliputi cara pemberian makanan tambahan (PMT) yang sesuai dengan kebutuhan gizi anak, pemilihan bahan makanan yang bergizi dan mudah dijangkau, hingga pentingnya pemberian susu bernutrisi sebagai pelengkap untuk menunjang tumbuh kembang anak.

Peserta juga diberikan contoh menu sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga edukasi yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis.

Ahli gizi Puskesmas Jember Kidul, Nindi Ratu Silvia, S.St, dalam pemaparannya menegaskan pentingnya pemenuhan gizi yang tepat bagi balita, khususnya yang berisiko atau mengalami stunting.

“Makanan tambahan untuk balita stunting harus mengandung gizi seimbang, terutama protein hewani seperti telur, ikan, dan daging, serta protein nabati seperti tempe dan tahu. Ini penting untuk membantu mengejar pertumbuhan anak,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pemberian makanan dan minuman pendamping ASI (MP-ASI) harus dilakukan dengan tepat sesuai usia anak. “MP-ASI diberikan secara bertahap mulai usia enam bulan dengan tekstur yang disesuaikan, serta tetap memperhatikan kebersihan dan kandungan gizinya. Selain itu, pemberian susu bernutrisi dapat menjadi pelengkap untuk memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi,” tambahnya.

Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta yang aktif mengikuti sesi tanya jawab. Mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi langsung terkait permasalahan gizi yang dihadapi di lingkungan masing-masing, seperti anak yang sulit makan hingga kekhawatiran terhadap pertumbuhan balita.

Penyuluhan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan Puskesmas Jember Kidul dalam menekan angka stunting di wilayah tersebut. Dengan melibatkan kader posyandu, diharapkan informasi yang diberikan dapat diteruskan kepada masyarakat secara lebih luas dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, pemerintah setempat berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi semakin meningkat. Dengan pemahaman yang baik mengenai pemberian PMT dan konsumsi susu bernutrisi, angka stunting di Kelurahan Jember Kidul diharapkan dapat ditekan, sehingga generasi yang tumbuh menjadi lebih sehat, cerdas, dan berkualitas.

Catatan Penting

Informasi ini bersifat edukatif. Jika mengalami gejala batuk lama, demam, keringat malam, atau penurunan berat badan, segera lakukan pemeriksaan ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.

Pantau informasi TBC secara terstruktur

RESPIORA menyediakan peta, grafik, artikel, dan skrining untuk membantu pemahaman kondisi Tuberkulosis.

Lihat Beranda