Kembali ke Berita
Berita RESPIORA

Home Visit Kelurahan dan Puskesmas Mangli untuk Baduta Terindikasi Stunting di Karang Mluwo

PPID.JEMBER - Pada hari Kamis, 25 September 2025, Kelurahan Mangli bersama Puskesmas Mangli dan bidan wilayah melakukan kunjungan rumah (home visit) di Lingkungan Karang Mluwo, RT. 03 RW. 06, Kelurahan Mangli, Jember. Kegiatan ini…

29 September 2025
3 menit baca
Informasi Tuberkulosis
Home Visit Kelurahan dan Puskesmas Mangli untuk Baduta Terindikasi Stunting di Karang Mluwo Berita Terkini
Update Kesehatan Informasi terbaru untuk membantu masyarakat memahami perkembangan dan edukasi Tuberkulosis.

PPID.JEMBER - Pada hari Kamis, 25 September 2025, Kelurahan Mangli bersama Puskesmas Mangli dan bidan wilayah melakukan kunjungan rumah (home visit) di Lingkungan Karang Mluwo, RT. 03 RW. 06, Kelurahan Mangli, Jember. Kegiatan ini dilakukan sebagai respons terhadap laporan yang masuk melalui link DP3AKB (Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana) terkait kondisi seorang baduta (bayi di bawah dua tahun) bernama Muhammad Fatir Al Ghifari. Dalam laporan tersebut, diketahui bahwa Muhammad Fatir Al Ghifari mengalami kondisi lemas dan berada di bawah garis merah (BGM) yang mengindikasikan risiko stunting. Kunjungan ini melibatkan tim dari Puskesmas Mangli, Petugas Penyuluh Masyarakat Kelurahan (PMKS), serta kader Posyandu dan Tim Pendamping Keluarga (TPK). Tujuan utama dari home visit ini adalah untuk memverifikasi kondisi baduta tersebut, memberikan edukasi kepada keluarga, serta menentukan langkah intervensi yang tepat guna mencegah stunting. Berdasarkan hasil kunjungan, tim menemukan beberapa permasalahan yang menjadi faktor risiko stunting pada Muhammad Fatir Al Ghifari. Pertama, keluarga baduta tersebut termasuk dalam kategori keluarga kurang mampu, yang berdampak pada keterbatasan akses terhadap asupan makanan bergizi. Kedua, nenek dari baduta tersebut memiliki kekhawatiran berlebih terhadap kondisi kesehatan cucunya. Ia enggan membawa Muhammad Fatir untuk imunisasi karena khawatir anak tersebut "panas" setelah imunisasi, yang merupakan mitos yang masih dipercaya sebagian masyarakat. Ketiga, ibu dari baduta, yang bekerja sebagai buruh pengisi tahu aci, menghadapi kendala waktu untuk menghadiri posyandu karena jadwal kerjanya yang padat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim melakukan pendampingan intensif. Kader Posyandu dan TPK turut mendampingi keluarga untuk melakukan pemeriksaan awal di Puskesmas Mangli. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kondisi Muhammad Fatir Al Ghifari secara umum baik, namun ia mengalami kekurangan asupan makanan bergizi dan tertinggal dalam jadwal imunisasi. Untuk itu, tim Puskesmas merekomendasikan agar baduta ini mengikuti program Pemulihan Makanan Tambahan (PMT) yang disediakan oleh Kelurahan Mangli. Selain itu, keluarga juga akan mendapatkan bantuan susu formula untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Pihak Puskesmas dan Kelurahan Mangli juga memberikan edukasi kepada keluarga, khususnya kepada nenek dan ibu Muhammad Fatir, mengenai pentingnya imunisasi dan pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak. Tim menjelaskan bahwa imunisasi tidak hanya aman, tetapi juga penting untuk mencegah penyakit yang dapat memperburuk kondisi gizi anak. Selain itu, keluarga didorong untuk lebih aktif mengikuti kegiatan posyandu, dengan solusi berupa penyesuaian jadwal kunjungan agar sesuai dengan waktu luang ibu. Kegiatan home visit ini menjadi bagian dari komitmen Kelurahan Mangli dan Puskesmas Mangli untuk menekan angka stunting di wilayahnya. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan kondisi Muhammad Fatir Al Ghifari dapat terus membaik, baik dari segi gizi maupun kesehatan secara keseluruhan. Program PMT dan bantuan susu formula akan dipantau secara rutin oleh kader Posyandu untuk memastikan efektivitasnya. Selain itu, tim juga akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya gizi seimbang dan imunisasi dalam mencegah stunting. Kegiatan ini menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah kelurahan, puskesmas, dan masyarakat dalam menangani masalah stunting. Dengan pendekatan yang komprehensif, diharapkan anak-anak seperti Muhammad Fatir Al Ghifari dapat tumbuh sehat dan terbebas dari risiko stunting, demi masa depan yang lebih baik.

Catatan Penting

Informasi ini bersifat edukatif. Jika mengalami gejala batuk lama, demam, keringat malam, atau penurunan berat badan, segera lakukan pemeriksaan ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.

Pantau informasi TBC secara terstruktur

RESPIORA menyediakan peta, grafik, artikel, dan skrining untuk membantu pemahaman kondisi Tuberkulosis.

Lihat Beranda